2 Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Terbaru 2020

Posted on

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan—Sejak pandemi Covid-19 BPJS Ketenagakerjaan menyediakan 2 cara klaim BPJS Ketenagakerjaan untuk layanan pencairan JHT ( Jaminan Hari Tua). Hal tersebut untuk mengantisipasi dari beberapa daerah yang menerapkan pembatasan wilayah, guna memutus rantai penyebaran wabah Covid-19.cara klaim bpjs ketenagakerjaan

Dari keterangan yang dikirimkan oleh badan publik yang menjalankan sistem jaminan sosial nasional (SJSN) terdapat dua cara pencairan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan. Pertama dengan cara online atau dilakukan secara daring tanpa kontak fisik. Dan cara kedua, Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan offline yang mengharuskan peserta untuk datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan setelah dilakukan pendaftaran antrian online BPJS Ketenagakerjaan.

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Sebelum berbicara lebih lanjut tentang cara klaim BPJS Ketenagakerjaan, ada baiknya kita baca terlebih dahulu apa saja syarat pencairan BPJS Ketenagakerjaan yang harus dipenuhi, agar proses klaim BPJS ketenagakerjaan berjalan lancar tanpa hambatan.

Ada tiga jenis klaim BPJS Ketenagakerjaan, pertama klaim 10 persen, 30 persen, serta 100 persen. Ketiganya kalim tersebut harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Berikut syarat yang harus dipenuhi :

1. Untuk klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan 10 persen dan 30 persen Peserta minimal sudah bergabung selama 10 tahun dan peserta masih aktif bekerja di perusahaan.
2. Fotokopi kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli.
3. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli.
4. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dengan menunjukkan yang asli.
5. Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
6. Buku Rekening Tabungan.
7. Sementara itu, untuk mencairkan saldo JHT 30 persen hanya perlu menambahkan dokumen perumahan.

Sedangkan syarat untuk klaim JHT 100 persen sebagai berikut :

1. Sudah berhenti bekerja (PHK/resign) atau mencapai usia pensiun
2. Kartu BPJS Ketenagakerjaan.
3. Surat keterangan sudah berhenti bekerja atau Paklaring.
4. KTP atau SIM. Kartu Keluarga (KK).
5. Buku Tabungan untuk Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan.
6. Fotokopi 1 lembar untuk masing-masing dokumen.
7. Foto diri terbaru (tampak depan) NPWP (untuk saldo di atas 50 juta)

Baca Juga : Kapan Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan 2020?, Catat Yah!!!

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan 2020

Nah, setelah semua persyaratan klaim BPJS Ketenagakerjaan dipersiapkan dan dipenuhi. Selanjutnya kita bisa segera melakukan klaim BPJS Ketenagakerjaan dengan cara berikut.

1. Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Secara Online.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara online, peserta harus terlebih dahulu melakuan pendaftaran antrian online melalui website dengan alamat antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id atau aplikasi BPJSTKU. Setelah semua data diisi secara lengkap, selanjutnya peserta diminta mengirim email ke alamat yang sudah ditentukan.

Saat mengirimkan email, dalam badan email dilampirkan dokumen yang dibutuhkan yakni scan kartu peserja Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan (KPJ). Peserta juga dapat melampirkan kartu BPJS digital yang diunduh dari aplikasi BPJSTKU. Serta dilampirkan salinan KTP, Kartu Keluarga (KK). Juga salinan Paklaring atau seurat keterangan sudah berhenti bekerja dari perusahaan, fotocopy buku rekening yang masih aktif, serta foto peserta dan formulir klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan yang sudah diisi dan ditandatangangi.

Selanjutnya email beserta seluruh dokumen akan diverifikasi oleh petugas. Hasil verifikasi akan diberitahukan oleh petugas melalui Whastaap, email, SMS atau telepon. Dan uang JHT akan dikirimkan ke rekening peserta sesuai dengan tanggal yang sudah ditentukan.

2. Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Secara Offline.

Apabila peserta tidak ingin melakukan klaim secara online, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan kemudahan untuk melakukan klaim secara Offline yang disebut LAPAK ASIK BPJS Ketenagakerjaan. Berikut ini tata cara Pencairan BPJS Ketenagakerjaan secara offline:

1. Silahkan dipersiapkan Dokumen Asli yang terdiri dari KTP, Kartu Keluarga, Kartu BPJS Ketenagakerjaan, Surat Keterangan Berhenti Bekerja atau Paklaring, Buku Rekening Tabungan, NPWP (untuk saldo >50jt).
2. Selanjutnya silahkan Scan QR Code yang tertera di masing-masing kantor cabang. Aktifkan fitur GPS di smartphone kamu dan pastikan kamu berada di sekitar lokasi Kantor Cabang.
3. Isi Data Anda yang sebenarnya pada kolom yang tersedia
4. Upload setiap dokumen pada nomor 1 melalui smartphone kamu.
5. Selanjutnya silahkan tunjukkan notifikasi pengajuan klaim kepada petugas untuk mendapatkan Nomor Panggilan.
6. Silahkan tunggu, kamu akan dipanggil oleh petugas untuk verifikasi data secara virtual sesuai dengan nomor Panggilan.
7. Selanjutnya silahkan tunggu, pemberitahuan pencairan BPJS Ketenagakerjaan akan dikirimkan secara digital melalui Whastaap, email, SMS, atau telepon yang kamu daftarkan. Selanjutnya, dana pencairan BPJS Ketenagakerjaan akan dikirimkan ke rekening peserta sesuai dengan tanggal yang diberitahukan petugas.

Nah, cukup mudah bukan cara klaim BPJS Ketenagakerjaan? tapi dari kemudahan yang diupayakan oleh BPJS Ketenagakerjaan tersebut, tidak berarti semua peserta tidak mengalami kesulitan. Sebab, sejak pandemi Covid-19 tidak sedikit peserta yang akhirnya memutuskan untuk mencairkan dana BPJS nya. Sehingg tidak dapat dipungkiri, antrian online bpjs ketenagakerjaan selalu penuh. Jika demikian, jangan pernah putus asa. Terus saja dicoba, sampai kamu berhasil mendapatkan nomor antrian online untuk bisa melanjutkan ke proses selanjutnya.

Jika, memang terus saja tidak berhasil atau mengalami kendala. Tidak usah segan untuk segera menghubungi call center BPJS Ketenagakerjaa, untuk mendapatkan bantuan dari petugas.

Berapa Lama Pencairan BPJS Ketenagakerjaan ?

Lalu, berapa lama sih pencairan BPJS Ketenagakerjaan? Berdasarkan pengalaman dari yang sudah berhasil mencairkan saldo JHT, lamanya pencairan BPJS Ketenagakerjaan ke rekening biasanya setelah mendapatkan verifikasi dari petugas BPJS dengan cara video call WhastApp oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan, tidak sama antara peserta satu yang dengan peserta yang lainnya. Ada yang cepat ada juga yang sedikit terlambat.

Ada yang satu hari setelah mendapat video call dari petugas, uang langsung cair masuk ke rekening. Ada juga yang sampai lima hari atau satu minggu uang belum masuk. Nah, untuk mempermudah sebaiknya rekening yang kamu gunakan untuk pencairan BPJS, sebaiknya di daftarkan Mobile banking, SMS Banking atau Internet Banking. Sehingga kapan saja kamu bisa cek, apakah dana sudah masuk atau belum ke rekening kamu. Tidak perlu, bolak balik ke ATM untuk cek dana sudah cair atau belum.