Kapan Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan 2020?, Catat Yah!!!

Posted on

Jatuh Tempo Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan–BPJS Ketenagakerjaan adalah transformasi dari Program Pemerintah yang dulu bernama Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau disebut juga JAMSOSTEK. Program ini wajib dilaksanakan oleh setiap pemberi upah kepada karyawannya. Dengan ketentuan iuran yang tetapkan, untuk besaran 5,7% per bulan dari upah yang dilaporkan untuk penerima upah yang akan dibebankan kepada perusahaan sebesar 3,7% dan penerima upah sebesar 2%.

tanggal jatuh tempo pembayaran bpjs ketenagakerjaan

Tidak saja bisa dikuti oleh pekerja di sebuah perusahaan, namun BPJS Ketenagakerjaan juga menerima pendaftaran keanggotaan secara mandiri. Dengan ketentuan iuran sebesar 2% per bulan dari penghasilan yang dilaporkan. Sementara untuk pekerja asing, iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp105 ribu – Rp600 ribu per bulan.

Kapan Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan?

Sejak masa pandemik Covid-19 melanda, tidak saja di Indonesia tapi sebagian besar dunia. BPJS Ketenagakerjaan mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang jatuh tempo pembayaran BPJS Ketenagakerjaan. Semula batas waktu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan adalah tanggal 15 setiap bulannya. Namun, saat ini BPJS Ketenagakerjaan memperpanjang batas waktu pembayaran BPJS Ketenagakerjaan sampai tanggal 30 setiap bulan nya.

Apabila ternyata tanggal 30 jatuh pada hari libur, maka iuran dapat dibayarkan sebelum tanggal 30 di hari kerja.

Pembayaran BPJS paling telat tanggal berapa?

Seperti yang disampaikan diatas, sejak pandemi Covid-19. BPJS Ketenagakerjaan memperpanjang batas pembayaran BPJS Ketenagakerjaan 2020 hingga akhir bulan. Hal ini tidak saja berlaku untuk batas waktu pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi pengusaha, tapi juga berlaku sebagai batas waktu pembayaran BPJS Ketenagakerjaan perusahaan.

Jadi, apabila kamu sebagai HRD disebuah perusahaan, jangan sampai lupa untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan perusahaan sebelum jatuh tempo. Sebab jika, kamu telat membayarnya, perusahaan akan dikenakan denda sebesar 2% untuk setiap bulan keterlambatan.

Baca Juga : Gak Ribet, Begini 3 Cara Cek Bpjs Ketenagakerjaan Aktif Atau Tidak.

Berapa Iuran Bulanan BPJS Ketenagakerjaan?

Diatas sudah kami sampaikan, bahwa ketentuan iuran bulan BPJS Ketenagakerjaan adalah sebesar 5,7% setiap peserta penerima upah. Yang akan dibebankan sebesar 3,7% kepada pemberi upah (perusahaan) dan 2% dipotong dari gaji pekerja setiap bulannya.

Berikut ini tabel iuran BPJS Ketenagakerjaan yang harus dibayarkan perusahaan/pemberi kerja dan karyawan setiap bulannya:

Tabel iuran bpjs ketenagakerjaan jaminan hari tua
                                   Tabel iuran bpjs ketenagakerjaan jaminan hari tua
Tabel iuran bpjs ketenagakerjaan Jaminan Kecelakaan Kerja
                                       Tabel iuran bpjs ketenagakerjaan Jaminan Kecelakaan Kerja
Tabel iuran bpjs ketenagakerjaan Jaminan Kematian
                                                      Tabel iuran bpjs ketenagakerjaan Jaminan Kematian
Tabel iuran bpjs ketenagakerjaan Jaminan Pensiun
                                                       Tabel iuran bpjs ketenagakerjaan Jaminan Pensiun

Iuran BPJS Ketenagakerjaan tersebut harus dibayarkan paling lambat akhir bulan setiap bulan. Apabila terjadi keterlambatan pembayaran akan dikenakan denda 2% untuk setiap bulan keterlambatan.

Ketentuan Sanksi dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011, Badan Pelaksana Jaminan Sosial ( BPJS) adalah institusi pemerintah yang dipercayakan untuk melindungi seluruh tenaga kerja, baik tenaga kerja formal maupun tenaga kerja non formal. Sehingga keduanya wajib untuk terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam hal tersebut diatas, Pemerintah mengatur sanksi bagi perusahaan atau individu yang tidak mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan atau membayar iuran. Berikut, ketentuan sanksi bagi yang melanggar ketentuan pemerintah berdasar Undang-undang no.24 tahun 2011:

1. Sanksi Bagi Perusahaan

Setiap perusahaan yang tidak mendaftarkan tenaga kerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 86 tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administrasi Kepada Pemberi Kerja. Sanksi-sanksi tersebut berupa:

a. Teguran tertulis.
b. Denda.
c. Tidak mendapat pelayanan publik tertentu seperti perizinan terkait usaha yang diperlukan, mengikuti tender proyek, hingga mempekerjakan tenaga kerja asing.

2. Sanksi Bagi Individu

Sedangkan sanksi bagi peserta yang tidak memungut, membayar atau menyetorkan iuran BPJS Ketenagakerjaan akan dipidana dengan pidana penjara paling lama delapan tahun atau pidana denda paling tinggi sebesar Rp1 Miliar sesuai UU No. 24 tahun 2011 pasal 55.

Nah, setelah membaca uraian Kapan Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan 2020? Semoga selanjutnya kamu tidak mengalami keterlambatan pembayaran, sehingga tidak dibebankan biaya denda keterlambatan. Apabila kamu mengalami kendala atau kesulitan dalam menyelesaiak masalah terkait dengan BPJS Ketenagakerjaan, kamu bisa menghubungi layanan call center BPJS Ketenagakerjaan untuk segera mendapatkan bantuan dari petugas BPJS Ketenagakerjaan.